Survei dalam Kuesioner -
Semua orang pasti bisa melakukan survei, tetapi tidak semua orang dapat
melakukannya dengan baik sehingga memperoleh jawaban yang paling tepat dengan
memakan waktu dan biaya yang paling kecil. Berikut ini adalah beberapa tips dan
trik dalam melakukan survei yang efektif, mulai dari merancang kuesioner,
mengumpulkan respon, sampai dengan menganalisa data. Tips dan trik berikut
dapat digunakan oleh semua orang dan semua jenis survei, berikut contoh
kuesioner dalam bentuk online.
1.
Mendesain Survei
Semua
berawal dari bagaimana kita mendesain sebuah survei. Ini adalah langkah yang
paling awal dan juga merupakan langkah yang paling penting dalam menentukan
keberhasilan sebuah survei. Tidak hanya mendesain pertanyaan kuesioner survei,
namun yang paling penting adalah menentukan tujuan konkret dari survei
tersebut. Tanyakan terlebih dahulu kepada tim Anda tentang apa sebenarnya
tujuan dari melakukan survei ini. Pertanyaan apakah yang ingin dijawab pada akhir
survei? Apakah jawaban dari pertanyaan itu penting dan akan membantu?
Setelah
itu, dilakukan penentuan sasaran demografis dari responden. Tentukanlah siapa
yang paling tepat untuk mengisi kuesioner tersebut dan dapat memberikan jawaban
yang dinginkan dari pertanyaan yang Anda miliki tadi. Jika ternyata Anda
memiliki lebih dari satu target sasaran demografis, maka perlu juga dibuat
kuesioner tersendiri untuk masing – masing sasaran demografis. Sebagai contoh,
misalnya sebuah survei ingin mengetahui terkait performa ideal sebuah sekolah.
Jika para peneliti ingin mendapatkan jawaban dari siswa dan juga orang tua
murid, maka dapat diartikan mereka memiliki dua target sasaran demografis yaitu
para siswa dan para orang tua murid. Karena terdapat dua target sasaran
demografis, maka mereka perlu membuat dua kuesioner terpisah untuk masing –
masing sasaran demografis, yaitu kuesioner untuk para siswa dan kuesioner untuk
para orang tua murid.
Setelah
target sasaran demografis ditentukan, maka perlu ditentukan jumlah responden
yang akan dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan kuesioner survei tersebut.
Ukuran sampel ini akan sangat berpengaruh kepada akurasi hasil akhir survei.
Semakin besar ukuran sampel yang digunakan sebuah survei, maka akan lebih dapat
mewakili populasi demografis yang menjadi target sasaran survei tersebut.
2.
Merancang Pertanyaan
Kuesioner Survei
Dalam mendesain Pertanyaan dalam Kuesioner, perlu diingat untuk menggunakan bahasa yang
sederhana dan mudah dimengerti oleh target sasaran demografis yang dituju.
Pastikan pertanyaan yang diajukan jelas, singkat, tidak bertele – tele,
sehingga mudah dimengerti. Kualitas pertanyaan dalam kuesioner survei akan
sangat menentukan kualitas jawaban respon yang tentunya akan mempengaruhi hasil
akhir survei tersebut.
Hal lainnya yang perlu diingat dalam merancang pertanyaan
kuesioner survei adalah menghindari bias dalam pertanyaan. Hal ini dapat dengan
mudah dilakukan dengan cara menghindari memasukkan opini pribadi dalam
pertanyaan survei. Misalnya dalam menanyakan kualitas pelayanan di sebuah
hotel, jangan awali pertanyaan dengan sebuah pernyataan yang menyatakan
kualitas atau sertifikasi hotel. Hal ini akan membuat responden menjadi bias
sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
Adalah sangat penting untuk menggunakan jenis pertanyaan yang
paling sesuai dalam merancang pertanyaan untuk kuesioner survei. Beberapa jenis
pertanyaan yang populer untuk digunakan adalah pilihan ganda, skala rating, dan
essay. Perancang pertanyaan kuesioner survei perlu memilih mana jenis
pertanyaan yang paling tepat untuk digunakan sehingga responden dapat dengan
mudah menyampaikan jawaban mereka, dalam waktu yang paling singkat, dan juga
tidak lupa untuk mempertimbangkan agar mempermudah proses analisa jawaban
nantinya. Sebagai contoh, sangat disarankan untuk menggunakan jenis pertanyaan
“ya atau tidak” sesering mungkin. Hal ini karena jenis pertanyaan ini selain
memudahkan responden untuk menjawabnya, namun juga akan memudahkan proses analisa
jawaban di akhir proses survei nanti.
Para perancang pertanyaan kuesioner survei juga perlu
menggunakan jenis pertanyaan dengan benar. Salah satu kasus yang paling umum
adalah terkait penggunaan skala dalam pertanyaan kuesioner survei. Perancang
pertanyaan kuesioner survei perlu menyadari bahwa skala yang digunakan haruslah
konsisten dari awal sampai dengan akhir survei. Hal ini sangat penting terutama
karena akan sangat mempengaruhi tingkat kualitas hasil akhir survei tersebut.
Sebagai langkah terakhir dalam mendesain kuesioner pertanyaan
survei, jangan lupa untuk menguji coba kuesioner pertanyaan survei yang sudah
dirancang tersebut dengan mengirimkannya kepada beberapa teman kerja. Mintalah
saran dan kritik dari mereka terkait kemudahan kalimat pertanyaan untuk
dimengerti, bias yang dirasakan, dan jenis pertanyaan yang digunakan. Jika pada
akhirnya kuesioner pertanyaan survei tersebut direvisi, Anda dapat
mengirimkannya kembali kepada mereka dan juga beberapa orang yang baru, untuk
mendapatkan pandangan yang berbeda. Lakukan hal ini sampai dengan respon yang
diberikan oleh mereka terhadap kualitas kuesioner pertanyaan survei tersebut
dirasakan cukup baik.
3.
Mengumpulkan Respon
Ada banyak metode yang dapat dipilih untuk mengumpulkan respon
dari pertanyaan kuesioner survei yang telah disusun. Mulai dari menyelipkan
survei tersebut di website, menyebarkan survei melalui email, menyebarkan
survei melalui sosial media, sampai dengan menggunakan jasa profesional. Untuk
membantu proses pencarian responden sesuai dengan kriteria target sasaran
demografis yang diinginkan.
Perlu diingat untuk tidak lupa agar selalu memantau proses
pengumpulan respon ini. Selalu pantau siapa yang belum mengumpulkan respon
mereka. Periksa juga apakah respon yang mereka berikan adalah valid untuk
diproses. Dalam melakukan proses pengumpulan respon perlu ditentukan juga
batasan akhirnya, baik berupa jumlah respon maupun tanggal secara spesifik
sesuai dengan kebutuhan survei.
4.
Menganalisa Respon
Proses yang diperlukan dalam melakukan analisa data terhadap
respon hasil jawaban sebuah survei akan sangat berbeda – beda antar survei yang
satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis pertanyaan yang digunakan. Jika
sebuah pertanyaan kuesioner survei dirancang dengan baik, maka pada umumnya proses
analisa data pun akan dapat menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk
dilakukan, dan hasil kesimpulan yang didapat pun akan lebih berkualitas.
Beberapa jenis proses analisa yang digunakan pada umumnya adalah penyaringan
respon sesuai responden atau kriteria tertentu lainnya, dilakukan tabulasi
data, dan perbandingan data.
Terimakasih, Semoga bermanfaat ❤
Referensi
: https://www.surveymonkey.com/mp/tips-dan-trik-dalam-melakukan-survei-yang-efektif/
Nais
BalasHapus