Syair Indonesia




MAKALAH MENGANALISIS KARYA SASTRA SYAIR DI INDONESIA






Disusun Oleh:
Indah Rachmawati (17)
X APK 2


Tahun Ajaran 2015-2016















DAFTAR ISI

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….1

BAB I      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………………………………….2
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………..2

BAB II    PEMBAHASAN………………………………………………………………3

BAB III   PENUTUP
            3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………8
            3.2 Sumber……………………………………………………………………………….8










1


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Jenis puisi di Indonesia sebagai kreasi manusia selalu berkembang dari masa ke masa. Perkembangan puisi merupakan refleksi pemikiran penyair dalam menyikapi zaman, sekaligus menyikapi perpuisian itu sendiri. Akan tetapi, walaupun puisi berubah menjadi seribu macam bentuk, ada yang tetap melakat dalam puisi sebagai hakekatnya, yaitu menyampaikan sesuatu secara langsung.
Ahli-ahli sastra banyak yang membedakan dan membagi perpuisian Indonesia menjadi puisi lama dan puisi baru. Namun, apa yang disebut puisi lama itu masih tetap diapresiasi dan diproduksi sampai saat ini. Disamping itu, puisi baru juga tidak bisa melepaskan puisi lama karena ia bisa jadi ilham yang penuh keindahan untuk digarap.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian  syair?
2. Apakah hakekat syair?
3. Bagaimanakah struktur bentuk syair?
4. Bagaimana penggolongan syair menurut isinya?









2


BAB II
PEMBAHASAN

1.    Apa pengertian syair?
Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah Syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi’ir atau Syu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kataSyu’ur berkembang menjadi Syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuanumum.
Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir. Perlu kita ketahui, setiap syair pasti mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat kita simpulkan setelah memahami isi sebuah syair.
Perpuisian Indonesia telah berkembang sekitar abad 17 yang ditandai munculnya syair melayu. Tidak dapat dipungkiri perkembangan kesuasatraan nusantara dipengaruhi oleh masuknya Islam pada abad ke 10. Namun sejarah menyebutkan Islam baru tersebar luas abad ke 17 setelah bahasa melayu dijadikan lingua franca. Ada beberapa pendapat tentang asal-usul munculnya syair di Indonesia. Menurut Hooykaas, syair merupakan jenis puisi lama yang berkembang di Indonesia hanya saja namanya merupakan serapan dari bahasa Arab. Pengaruh puisi Arab dan Parsi memainkan peranan yang penting dalam lahirnya syair Melayu Nusantara. Walaupun berasal dari bahasa Arab namun syair berkembang di Indonesia, berbaur dengan kebudayaan Indonesia sehingga menemukan bentuk dan ciri-ciri tersendiri yang berbeda dengan syair Arab. Teeuw berpendapat bahwa asal-usul syair di Indonesia ditandai oleh puisi/syair karya Hamzah Fansuri. Pendapat A. Teeuw tersebut juga didukung oleh Winstedt dan Brakel yang berpendapat bahwa syair Indonesia diperkenalkan oleh Hamzah Fansuri dalam tulisannya

2.      Apakah hakekat syair?
Hakikat syair adalah hal-hal yang diungkapkan penyair dalamsyair. Hakikat syair terdiri atas tema, rasa, nada, dan amanat ataupesan. Hakikat syair disebut juga isi syair. Hakikat syair lama sangatlah jelas karena tersurat.


3


a.      Tema/Sense
Tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair melalui syairnya. Tema mengacu pada penyairnya. Tema syair sangat mudah ditemukan karena tersurat langsung dalam syair. Jadi, untuk menemukan tema syair kamu harus tahu isi syair.Tema yang sering digunakan dalam syair seperti tema ketuhanan (esamec), kemanusiaan, cinta, esamec, perjuangan,kegagalan hidup, alam, kebaikan, kepahlawanan, kesedihan, kerinduan, pendidikan, budi pekerti, dan perpisahan.
b.    Perasaan/Feeling
Syair mengungkapkan perasaan penyair. Perasaan penyair dapat berupa sikap, pandangan, perbuatan, ataupun watakkhusus. Perasaan penyair akan muncul saat menghadapi sesuatu.Perasaan yang menjiwai syair esa perasaan gembira, sedih,terharu, terasing, tersinggung, patah hati, tercekam, tertekan,cemburu, ketakutan, kesepian, takut, menyesal, dan putus asa.Membaca syair dengan suara keras akan lebih membantumu menemukan perasaan penyair. Perasaan yang muncul dalam syairdidasari oleh cara pandang dan pengalaman penyair terhadap sesuatu.
c.     Nada/Tone
Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Dari sikap itulah tercipta nada syair. Sebuah syair dapat bernada sinis,protes, menggurui, main-main, bercanda, esamec, belas kasih,dendam, membentak, memelas, takut, mencekam, mencemooh,merendahkan, khusyuk, filosofis, mengejek (menghina), meremehkan, menghasut, mengimbau (menyuruh), dan memuji.
d.      Amanat/Tujuan/Intention
Amanat, pesan, atau nasihat merupakan kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca syair. Amanat ditentukan sendiri oleh pembaca berdasarkan cara pandang pembaca terhadap sesuatu. Jadi, setiap pembaca dapat berbeda-beda dalam menentukan amanat syair. Meskipun demikian, amanat tidak dapat lepas dari tema yang dikemukakan penyair.

3.      Bagaimanakah struktur bentuk syair?
Unsur-unsur pembangun syair sebagai sesatuan struktur syair. Struktur ini merupakan bentuk atau wujud fisik syair. Strukturnya meliputi unsur-unsur berikut.
a.             Larik/Baris
Larik merupakan kalimat yang ada dalam syair. Larik-larik syair dibentuk oleh kata-kata yang indah. Kata-kata ini bias bermakna denotasi atau konotasi. Bahkan, esa juga bermakna kias. Larik atau baris merupakan kelompok kata atau kumpulan kelompok kata.
4


b.        Bait
Bait berupa kumpulan larik atau kumpulan baris. Jumlah larik dalam bait esa berbeda-beda. Bait disebut juga kuplet.
c.       Pertautan
Larik-larik dalam syair saling berhubungan dalam membentuk bait. Bait-bait dalam syair saling berhubungan. Isi dalam bait syair pun juga harus berhubungan. Pertautan merupakan pertalian antarlarik atau antarbait yang membentuk kesatuan makna sebuah syair.
d.      Diksi
Diksi disebut juga pilihan kata. Kata-kata yang digunakan dalam syair harus dipilih. Kata-kata yang dipilih harus dapat menggambarkan isi syair. Kata-kata dalam syair esa berupa kata denotasi atau konotasi.
e.       Pengimajian
Pengimajian disebut juga citraan. Citraan berhubungan dengan pancaindra. Apa yang digambarkan penulis dapat dilihat dari citraan. Ada beberapa citraan yang dapat kamu temukan dalam syair. Citraan yang dapat kamu temukan seperti berikut.
1.    Imaji penglihatan (visual)
2.    Imaji pendengaran (audio)
3.    Imaji perasaan (taktil)
4.    Imaji perabaan
5.    Imaji penciuman
f.       Rima
Rima atau sajak biasa disebut persamaan bunyi yang terdapat dalam syair. Persamaan bunyi ini esa dilihat di akhir larik. Persamaan bunyi esa juga dilihat di dalam satu larik. Selain memiliki  unsur esamec, syair lama juga memiliki unsure ekstrinsik. Unsur ekstrinsik merupakan unsur pembangun di luar syair tetapi berhubungan langsung dengan syair. Unsur ekstrinsik merupakan
unsur yang melatarbelakangi terjadinya syair lama. Unsur yang melatarbelakangi syair lama meliputi hal-hal berikut.
1.    Latar belakang pendidikan pengaran
Text Box: 52.    Latar belakang budaya


3.    Latar belakang esame
4.    Religi
5.    Adat
6.    Kebudayaan
7.    Nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat

4.    Bagaimana penggolongan syair menurut isinya?
Syair dapat dibagi menjadi lima golongan, sebagai berikut :
A.  Syair Panji
Syair Panji menceritakan tentang keaadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berasal dari isana. Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.
B.  Syair Romantis
Syair Romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita alipur laram hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair esamec yakni Syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya, Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.
C.  Syair Kiasan
Syair Kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “seperti pungguk merindukan bulan”
D.  Syair Sejarah
Syair Sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mangkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.

6


E.  Syair Agama
Syair Agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu: (a) syair sufi, (b) syair tentang ajaran Islam, (c) syair riwayatcerita nabi, dan (d) syair nasihat. Contoh syair agama : Syair Perahu, Syair Dagang (banyak yg bilang karangan Hamzah Fansuri, tapi para ahli membantahnya), Syair Kiamat, Bahr An-Nisa, Syair Takbir Mimpi, Syair Raksi

Contoh Syair sebagai berikut:

Syair Abdul Muluk
Berhentilah kisah raja Hindustan,
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamit syah padaku sultan,
Duduklah baginda bersuka-sukaan.

Abdul Muluk putra baginda,
Besarlah sudah bangsawan muda,
Cantik majelis usulnya syahdam
Tiga belas tahun umurnya ada.

Paras elok amat sempurna,
Petah menjelis bijak laksana,
Memberi hati bimbang gulana,
Kasih kepadanya mulya dan hina
Text Box: 7Tema : “Syair Abdul Muluk” adalah kisah putra raja yang bijak. Pesan atauamanat hendaklah kita menjadi orang yang bijak dan baik budi agar dicintai esame. Syair ini termasuk Syair Panji



BAB III
PENUTUP
4.1  KESIMPULAN
Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Penggolongan syair menurut isinya yaitu syair panji, romantis, kiasan, sejarah, dan agama. Ciri-ciri syair yaitu setiap bait terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri atas empat kata (antara 8-14 suku kata), bersajak a-a-a-a, semua baris adalah isi, bahasanya biasanya kiasan, isinya : cerita, hikayat, nasehat, petuah, atau tentang ilmu, idak dapat selesai dalam satu bait. Hakekat syair yaitu tema, perasaan, nada, amanat. Struktur bentuk syair yaitu larik, bait, pertautan, diksi, pengimajian, rima.

4.2  SUMBER












8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FUNGSI DAN LOGIKA PADA MICROSOFT EXCELL

PENGGUNAAN VLOOKUP & HLOOKUP MS. EXCELL